Jumaat, Oktober 14

tribut buat si kucing mati

mungkin ini pertama kali saya menyaksikan kucing mati. mengikut kronologi daripada dilenyek, teriakannya, nyawa-nyawa ikan, nafas terakhir dan roh terbang. mungkin sebab rindu dan ketidaksengajaan diri ini terlihatkan foto putih dalam telefon genggam, maka ini lah hasilnya.

malam itu putih gembiranya bukan kepalang
berkejar-kejaran bersama dua saudara gelandangan
mereka kucing jalanan yang dikutip dari pasar
dan dibela dikasi makan di rumah tuan
hatinya girang bebas berlari laju berkejar-kejaran
pulangnya tuan dari membeli barang
putih datang hampir ke tayar kereta tuan
sudah ku katakan yang putih girangnya bukan kepalang
maka digilis sedikit menggelupurnya sakan
terngiang-ngiang suara teriakan
beri dia sepuluh saat menggelupur nyawa-nyawa ikan
tuannya tergamam mahu saja masa dihentikan
bibirnya mengalirkan haemoglobin merah pekat
sepuluh saat bertarung nyawa tamat
maka saat-saat yang berbaki diberikan
untuk mengizinkan nafasnya berhenti
dan rohnya pun terbang perlahan-lahan
naik ke awan dan meniggalkan tuan


aku kira saat dia menggelupur, sembilan nyawanya yang masih berbaki habis diguna putih untuk bertarung demi hidup. [amal putih tak perlu dihitung. yes indeed. aku cemburu itu]


dalam kenangan
circa 10.50 malam, jun 13, sentul
putih.

1 ulasan:

PENCONTENG berkata...

dan aku tak perlu kirimkan alfatihah untuknya kerana kuburnya sudah punya cahaya.