Selasa, Oktober 29

sesaat bermelankoli

sebuah puisi yang menjemput tidur

sedang aku berperang di tanah sendiri
mimpi apa yang menjengah malammu
ku harap ketakutanmu lumpuh
dan bayang gusarmu hilang
kemudian nanti bila kau terjaga
bersatu bersama alam yang lirih
akan ada doa yang tak putus kau kirimkan untukku
yang bergilir melayar mimpi malam kita
perlahan hingga terang kan menjelang
ada hangat sang mentari
juga indah si pelangi 
yang tak siapa pun tahu
kenapa ia tidak berhujung 
sampai ke bumi

tetapi, apa yang lebih puitis
selain puisi di lewat malam? 

2 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

beruntunglah orang yang selalu kamu ceritakan dalam puisi :)

Tanpa Nama berkata...

ni psl jarak dan beza waktu kan?
buat ape la nk yg jauh2 nourul
saya kan ade ;) -F