Ahad, April 26

sebuah tanya

Pernah kau katakan bahawa kita ini adalah sebuah ketidakmungkinan. Ketika itu kau tanyakan sebenarnya apa yang aku lihat dalam dirimu. Tetapi ketika itu aku katakan bahawa aku sendiri tidak tahu. 

Aku lihat bagaimana bibirmu tersenyum mekar menceriakan hari-hariku. Bagaimana kau tidak pernah membiarkan siapa pun dekat denganmu, seperti sedang melindungi hati sendiri meski pernah suatu ketika dahulu dirobek. Kau selalu bersederhana, yang tak pernah macam-macam. Yang tak punya mimpi-mimpi besar, tetapi selalu memikirkan tentang masa hadapan yang belum punya kepastian. Kau mudah diajak berbicara, tetapi lebih senang untuk mendengar. Saat kau tatap mataku, sejujurnya aku seakan melihat seluruh alam semesta melalui matamu. Ketika namaku kau sebut, terasa seakan gempa di dalam hatiku. Aku tidak bisa hidup tanpamu, sama seperti jasad yang tidak bisa hidup tanpa nyawa. Kau tetap cantik meski dalam kepenatan. Kau tetap cantik meski ketika itu kau tidak lagi kuat untuk membawa kantung di bawah matamu. Aku merindukanmu dalam setiap hela nafasku. Aku sebut namamu dalam setiap bait doaku. Ketika ada yang bertanyakan alamat rumahku, aku hampir menyebut namamu. Dalam sedih, kau masih tersenyum menampakkan deretan gigimu yang cantik. Saat kau gembira, burung mulai bernyanyi. 

Kau tanyakan atas alasan apa aku menyintaimu, dan aku katakan cukuplah sekadar kau tahu bahawa aku tidak punya alasan untuk tidak menyintaimu.

1 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

you are back !!!! :)))))